Penerimaan CPNS 2019 Terancam Batal

Smart Palembang – Belum adanya kesiapan anggaran APBN menyebabkan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 yang sudah dinantikan sejak satu tahun terakhir ini dinyatakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum pasti dan bisa saja tidak jadi.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional Wilayah VII, Agus Sutiadi mengatakan, pada penerimaan CPNS 2018, pemerintah menyiapkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk penerimaan 4,5 juta pendaftar CPNS se-Nasional. Namun dana yang tidak sedikit itu saat ini belum ada.

“Anggarannya belum ada, ada opsi tidak jadi (penerimaan CPNS 2019), tapi sebetulnya kita tidak push untuk itu dan malah kabar penerimaan sudah tersebar dimana-mana, berdoa saja semoga jadi,” katanya, Senin (16/09).

Ia menambahkan, dalam penerimaan CPNS 2019 ini tantanganya adalah mencari anggaran. Apakah itu dana iuran ataupun opsi lainnya. Ini memang kewajiban APBN.

“Dikabarkan dalam waktu dekat ini akan rapat dan semua opsi dibuka untuk mencari solusi,” ujarnya.

Ia menjelaskan biasanya pendaftaran CPNS dilakukan pada awal Agustus dimulai dari pengumuman hingga daftar. Dilanjutkan verifikasi data pendaftar dan kemudian Oktober sudah mulai ujian.

Ia menyontohkan, jika 1 Oktober pengumuman pendaftaran hingga 15 hari kemudian, pendaftaran 15 hari dan kemudian verifikasi. Ujian dilakukan kemungkinan 45 hari sejak pengumuman, maka ujiannya baru dilaksanakan pada 15 November.

“Kita lihat dulu pengumumannya dari pusat. Masyarakat diharapkan sabar karena kita pun masih menunggu. Jika sudah pasti kapan dilaksanakannya pasti akan dikabarkan,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya Pemerintah Kota Palembang telah mempersiapkan untuk menerima kembali CPNS tahun ini. Pihaknya pun telah meminta kuota untuk diterima di Lingkungan Pemkot Palembang.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, kuota yang didapatkan tahun ini Kota Palembang untuk CPNS 566.

“566 kuota CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebanyak 378, total semuanya 944,” katanya.

Dewa mengatakan, kuota yang disediakan tersebut diutaman untuk formasi tenaga kesehatan, guru dan tenaga teknis. Penerimaan P3K yang kedua dalam tahun ini hanya diperuntukkan bagi pegawai honorer dengan masa kerja di bawah tahun 2019.

“Direncanakan pendaftarannya akan dibuka Oktober mendatang. Tes CPNS dan P3K ini direncanakan akan menggunakan sistem CAT UNBK,” tutupnya.



Leave a Reply