Pembukaan Rakerda Program Bkkbn Provinsi Sumatera Selatan 2019

Smart Palembang – Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan , Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga Provinsi Sumsel 2019 resmi dibuka oleh pejabat pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Provinsi Sumatera Selatan Dr.Ahmad Najib,S.H,M.Hum di Harper Hotel pada Selasa ( 19/03/2019). Tema dari Rakerda ini adalah Meningkatkan Sinergitas Implementasi Program Kependudukan ,KB dan Pembangunan Keluarga dalam mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas.

Ahmad Najib dalam sambutan raperda ini mengatakan Sumsel semakin maju bila angka kependudukan terkendali. Saatnya untuk membangun dengan potensi yang ada. Jika jumlah penduduk bisa dikendalikan maka kesejahtreraan bisa diwujudkan.

Dalam rakerda ini Ahmad Najib mengharapkan Bkkbn Provinsi Sumatera Selatan bisa menjdi icon pengendalian kependudukan,menyadarkan generasi keluarga berencana dalam memprogramkan kehamilan khususnya bagi kaum muda.

Dalam keterangan pers bersama awak media, Ahmad Najib mengatakan rekerda ini mempunyai tujuan untuk mengevaluasi daya kerja Bkkbn Provinsi Sumatera Selatan. Implementasi dari rapat kerja ini adalah mengajak atau memotivasi bahwa dengan berkeluarga berencana menghasilkan hal yang bermanfaat . Demografi yang didominasi usia yang produktif di Sumatera Selatan menjadi bonus yang sangat menguntungkan tetapi hal tersebut harus diimbangi dengan sumber daya manusia dan juga sumber daya alam yang ada. Ahmad Najib juga mengatakan bahwa dengan rakerda ini Bkkbn dan stakeholder terkait dapat menghasilkan hal yang bermanfaat.

Perihal menurunkan angka kemiskinan di Sumatera Selatan sebanyak satu digit, Ahmad Najib mengatakan sesuai dengan arahan gubernur Sumatera Selatan bahwa muara program dari semua program yang ada adalah mengurangi angka jumlah kemiskinan. Program yang ada harus dijalankan misal progam UMKM dan pertanian. Program penurunan angka kemiskinan sudah dimasukan dalam renja dan SKPD. Untuk kota Palembang sendiri , Ahmad Najib mengatakan kota Palembang mempunyai sumber daya bukan dari alam tapi kota Palembang mempunyai sumber kekayaan yang lain misal  spot turis yang sangat menarik. Program kerjasama yang menarik dengan bekerjasama dengan pihak luar dapat menghasilkan pendapatan daerah.

Drs.Waspi , ketua Bkkbn Provinsi Sumatera Selatan dalam keterangan persnya bersama awak media pun mengatakan bahwa pencapaian 2018 untuk angka penurunan laju pertumbuhan penduduk atau CPR mencapai  78 %. Dengan menurunnya angka laju pertumbuhan penduduk di Sumatera Selatan secara tidak langsung bisa menurunkan angka kemiskinan di Sumatera Selatan. Program penggunaan alat kontrasepsi harus terus digalakan karena hal tersebut terbukti efektif menurunkan angka laju pertumbuhan penduduk. Alasanya adalah jika angka kelahiran terus bertambah , apalagi jika angka kelahiran tersebut berasal dari keluarga kurang mampu maka secara otomatis akan melahirkan penduduk miskin baru. Oleh karena itu perlu sosialisasi khususnya bagi keluarga kurang mampu. Perihal tentang tenaga penyuluh KB dari Bkkbn sendiri , tenaga penyuluh dari Bkkbn untuk status PNS se-Sumatera Selatan berjumlah 11 orang. Untuk di Sumatera Selatan idealnya jumlah satu penyuluh KB membawahi satu hingga dua kelurahan. Beberapa tempat di kota Palembang dan sekitarnya untuk penyuluh KB ada yang sudah memadai. Daerah di Sumatera Selatan seperti Pali dan Empat Lawang hingga saat ini jumlah penyuluh KB belum memadai. Untuk di daerah – daerah yang belum memadai jumlah penyuluh KB , khususnya di kabupaten dari pemerintah kabupaten sendiri menyediakan tenaga sukarelawan penyuluh KB yang dapat membantu program pemerintah dalam hal program keluarga berencana.



Leave a Reply