Rayakan Usia ke-9 Tahun, Balai Pengobatan Dewi Kwan Im Kehadiran Ribuan Pengunjung

Smart Palembang – Balai Pengobatan Dewi Kwan Im di KM 11, Minggu (06/10) merayakan ulang tahun ke 9. Balai pengobatan ini terletak di Simpang Kades KM.11,  membuka layanan pengobatan bagi masyarakat medis dan non medis.

Menurut pemilik balai pengobatan tersebut, Ko Alam, Pengobatan ini dibuka setiap hari dan tidak dipungut biaya.

“Pengobatan yg dilakukan tidak dipungut biaya sama sekali dan bersifat sukarela, karena bagi saya pengobatan ini untuk memberikan kebaikan kepada sesama, memberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan,” ujarnya.

Metode pengobatan di Balai Pengobatan KM.11 bersifat universal, dimana pengunjung yang datang berasal dari dalam dan luar negeri diataranya Malaysia, Singapura, Hongkong dan Amerika.

“Pengobatan ini tidak ada keterkaitan dengan agama maupun kesukuan, harapan saya kedepan bisa membantu lebih banyak orang sehingga memberikan satu kebaikan,” kata Ko Alam.

Ditempat yang sama. salah seorang pengunjung balai pengobatan, Ketut Artama mengungkapkan bahwa tempat ini terus berkembang di setiap tahunnya.

“Saya melihat keberadaan balai pengobatan ini setiap hari lebih berkembang ini bisa dilihat dari jumlah pengunjung yang hadir saat ini, masyarakat yang  membutuhkan pertolongan seperti sakit ataupun kesulitan dalam kehidupan dapat datang kesini,” ujarnya.

Ia sendiri mengaku mengenal Ko Alam 6 tahun yang lalu dari seorang keluarga. Menurutnya,Ko Alam adalah sosok yg ramah dan menyenangkan.

“Ko Alam yang saya kenal adalah sosok yang humble, murah senyum memiliki cinta kasih terhadap sesama serta memiliki tolerasi tinggi, tidak mengenal perbedaan ras dan golongan, serta perlakuan terhadap semua orang sama, bahkan dalam setahun saya datang ke balai pengobatan ini sebanyak tiga kali,” jelasnya.

ia pun berharap balai pengobatan ini lebih maju dan berkembang sehingga banyak masyarakat yang bisa dibantu dan mendapatkan pencerahan baik dari sisi sosial dan ekenomi serta berkontribusi terhadap masyarakat sekitar.

Lain halnya dengan Darwis Hidayat, seorang tokoh masyarakat umat Budha di Sumatera Selatan yang mengatakan, bahwa pengobatan seperti ini masih sangat dibutuhkan masyarakat terutama dalam kondisi ekonomi yang kurang baik seperti saat ini

“Semoga Pengobatan ini berkiprah secara terus menerus tanpa membeda bedakan suku, ras maupun agama, juga salah satu bentuk menjaga, merajut kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Darwis.

Seperti yang diketahui, pada hari ini sekitar 2000 lebih pengunjung yang hadir, diprediksi jika sampai malam bisa mencapai 3000.



Leave a Reply